Rabu, 24 November 2010

POWER POINT KE NU-an

Posted by m.siswanto 19.32, under | 1 comment



Materi Kuliah Power Point Ke-NU-an

DO’A BERSAMA PEDULI BENCANA DAN PENYEMBELIHAN QURBAN

Posted by m.siswanto 18.14, under | No comments



Baru-baru ini Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri sumpiuh melakukan kegiatan do’a bersama dalam rangka peduli bencana. Kegiatan diikuti oleh segenap guru, karyawan dan siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri Sumpiuh sebelum Kegiatan Belajar Mengajar dimulai. Do’a di sampaikan oleh KH Ahmad Ridlo,SS.M.Pd.I selaku pembina keagamaan. kegiatan do’a peduli bencana ini sebelumnya didahului dengan pemberian infak oleh Guru, karyawan serta siswa-siswi untuk korban bencana gunung Merapi dan tsunami di mentawai.
Dalam sambutanya PLT Kepala Madrasah Aliyah Negeri Sumpiuh Muhamad Siswanto, M.Pd.I menyatakan, Kegiatan do’a peduli bencana bertujuan untuk memberikan semangat kepada siswa-siswi untuk peduli terhadap sesama atas musibah yang menimpa akibat meletusnya Gunung Merapi dan musibah Tsunami di mentawai. Disamping itu agar musibah bencana yang terjadi, menjadi bahan mawas diri untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah dan tidak ingkar/kufur agar Allah tidak menimpakan bencana kepada bangsa Indonesia. Do’a bersama juga bertujuan untuk mohon kepada Allah agar mereka yang tertimpa musibah diberi kekuatan,ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan ini.
Dalam kesempatan ini juga didamping Pembina OSIS Khasan Rosyidi, S.Pd, PLT Kepala MAN Sumpiuh menyerahkan 3 ekor kambing sebagai hewan kurban untuk masyarakat desa Karanggintung, Watu Agung dan Kamulyan. Penyerahan hewan qurban diterima oleh ulama desa setempat sebelum do’a dilaksanakan, selanjutnya untuk disembelih setelah melaksanakan sholat id didesa masing-masing.
Muhamad Siswanto, M.Pd.I, menjelaskan untuk tahun ini MAN Sumpiuh melaksanakan penyembelihan hewan Qurban 2 ekor sapi dan 4 ekor kambing. 1 ekor sapi berasal dari guru dan karyawan yang berqurban atas nama pribadi yang disembelih di Madrasah. Sehingga 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing disembelih di Madrasah untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar sedangkan 3 ekor kambing di bagikan tiga desa.
“sebelum penyembelihan hewan qurban, lebih dahulu dilaksanakan sholat Id bersama di Masjid Al Ma’sum MAN Sumpiuh, selanjutnya siswa diajak untuk menyaksikan proses penyembelihan sebagai bagian dari praktek ibadah” ungkapnya.

Selasa, 26 Oktober 2010

REOREINTASI MADRASAH DI INDONESIA

Posted by m.siswanto 04.20, under | No comments

Awalnya ketika perdana mentri Nizamul Mulk mendirikan Madrasah Nidhomiyah, ia dipanggil oleh sultan Bani Saljuk karena dianggap menghambur-hamburkan uang Negara. Sementara kebijakan bani saljuk adalah memperkuat armada perang untuk mempertahankan dan memperluas kekuasaan. Rupanya kebijakan pendirian Madrasah oleh Nizamul Mulk tidak disukai oleh kalangan oleh sebagian petinggi kerajaan, sehingga harus mempertanggungjawabkan kebijakanya itu pada sang raja. Ketika ditanya sultan mengapa mendirikan madrasah sedangkan Negara membutuhkan anggaran pertahanan Negara ?. Nizamul Mulk menjawab, justru dengan mendirikan Madrasah akan mencetak” tentara” yang diwaktu malam bertafakur sujud kepada Allah SWT agar keselamatan dan kejayaan Negara terjaga disaat tentara dibarak militer sedang tidur terlelap karena sehabis menikmati pesta pora.

Jawaban ini memuaskan sultan sehingga dalam sejarah pendidikan Islam dicatat Madrasah Nidhomiyah sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mampu mencetak ulama-ulama besar. Madrasah Nidhomiyalah merupakan madrsah yang pertama kali didirikan dalam dunia Islam. Imam Al Ghazali penulis Kitab Ihya Ulumuddin yang terkenal dan seoarang ahli Tasawuf besar tercatat pernah menjadi rektornya.

Fakta diatas menujukkan bahwa semangat pendirian madrasah awalnya adalah untuk mencetak ulama-ulama yang siap mengawal umat agar tetap dijalan Allah dan menjaga keselamatan Negara dari sisi spiritual. Tetapi di Indonesia madrasah didirikan oleh tokoh Islam karena mensikapi politik etis Belanda yang mendirikan sekolah-sekolah untuk kaum pribumi. Kebijakan Belanda dikhawatirkan menyebabkan generasi muda Islam Indonesia tidak mengeyam pendidikan ajaran Islam karena disekolah-sekolah Belanda tidak diajarkan. Maka Madrasah Di Indonesia mempunyai karakteristik pengajaran Agama yang menjadi tujuan utama disamping pendidikan Umum.

Akhir-akhir ini setelah ada Ujian Nasional yang dijadikan standar penilian secara Nasional, semua sekolah tingkat SMP/MTs dan SMA/MA berlomba -lomba untuk mensukseskan program ini. Sekolah/Madrasah yang dianggap berhasil apabila siswanya mampu lulus 100% , dan mengesampingkan kedaan moral/akhlak siswanya. Fenomena ini telah mewabah keberbagai sekolah termasuk madrasah. Maka barangkali perlu ada upaya mengembalikan oreintasi madrasah sesuai dengan semangat awal pendirianya, sehingga madrasah sebagai penjaga Aqidah dan mencetak “tentara” yang diwaktu malam menjaga negeri kita tercinta.


M.SISWANTO,M.Pd.I.